peluang usaha
Home » » BELAJAR MEMAHAMI LEVERAGE

BELAJAR MEMAHAMI LEVERAGE

Written By Agus Ali Usman on Thursday, 20 March 2014 | 13:28


Sahabat, si Panjul sedang mencari bisnis yang bisa memberi keuntungan besar. Dia mendengar dari teman-temannya kalo dagang mobil bisa mendapatkan keuntungan yg besar. Dia ingin memulai dagang mobil dengan membeli Mercedes Benz S class seharga Rp. 1.500.000.000,-. Yang kalau di jual kembali bisa laku Rp. 1.550.000.000,- . Tetapi sayangnya Panjul hanya mempunyai modal Rp. 50.000.000,-, sementara dia tidak mempunyai jaminan untuk meminjam uang cash yang bisa dipakai untuk modal. Lalu bagaimana caranya???
Akhirnya Panjul mendengar kalau ada bank yang bisa memberikan fasilitas pinjaman untuk para pedagang mobil dengan berbagai kemudahan. Bank Tersebut hanya meminta uang panjul sebesar 1% dari harga Mercedes Benz S class sebesar Rp. 15.000.000,- dan kekuarangannya 99% sebesar Rp. 1.485.000.000,- akan dipinjami oleh bank. Untuk fasilitas tersebut, Bank mensyaratkan proses jual beli harus melalui bank, dan bank akan mengambil keuntungan didepan 0.1% dari dana pinjaman sebesar Rp. 1.485.000 sebagai biaya administrasi, Mercedes Benz S class yang di beli dipegang oleh Pihak Bank dan di tambah uang Rp. 35.000.000,- sebagai dana jaminan. Selain itu, untuk uang yang dipinjamkan bank memungkut bunga harian sebesar 0.0001% per hari, yang berarti Rp. 148.500,- per hari. Semua biaya tersebut akan dipotongkan dari uang jaminan milik Panjul.

Panjul merasa senang sekali, dengan demikian dia hanya perlu modal Rp. 50.000.000,- dan bisa berdagang Mercedes Benz S class seharga Rp. 1.500.000.000,- untuk mendapatkan keuntungan Rp. 50.000.000,- dipotong biaya administrasi dan bunga, jika Mercedes Benz S class tersebut beberapa hari kemudian laku di jual Rp. 1.550.000.000,-. Wow,. Super sekali, keuntungan hampir 100% hanya dalam waktu beberapa hari, ini gila ini,... Ini lebih menguntungkan daripada dagang dengan menggunakan modal sendiri. Dengan cara ini Panjul mendapatkan daya ungkit 100 kali dari modal awalnya karena dia hanya perlu membayar harga Mercedes Benz S class 1% dari harga aslinya.

Akhirnya Panjul menggunakan jasa Bank tersebut dan mulai bertransaksi. Dia berhasil membeli Mercedes Benz S class yang di incarnya. Sayangnya setelah itu harga pasaran Mercedes Benz S class turun menjadi Rp. 1.490.000.000,- karena suatu hal yang Panjul tidak mengerti. Selama 5 hari Panjul menunggu dan berharap harga pasaran naik lagi sehingga dia bisa menjual Mercedes Benz S class nya diatas harga beli nya supaya dia tidak rugi, sementara uang jaminannya terus berkurang untuk membayar biaya administrasi dan bunga harian.

Setelah menunggu 20 hari, ternyata harga pasaran Mercedes Benz S class masih terus turun jadi Rp. 1.475.000.000,- Panjul tambah bingung ketika bank nya menelponnya dan bilang begini “pak Panjul, ini MARGIN CALL dari bank. Anda diminta menambah dana jaminan karena harga Mercedes Benz S class yang kemarin bapak beli sekarang turun jadi Rp. 1.475.000.000,- Total kerugian pak Panjul sudah mencapai Rp. 29.455.000,- dari Dana jaminan pak Panjul yang Rp 35.000.000,- . Kerugian ini berasal dari harga mobil yang turun Rp. 25.000.000,- ditambah biaya administrasi Rp. 1.485.000,- dan ditambah bunga 20 hari Rp. 2.970.000,-. Jadi dana jaminan pak Panjul tinggal tersisa Rp. 5.545.000,- Dikuatirkan kalau harga terus turun maka dana jaminan pak Panjul tidak akan mencukupi. Jika pak Panjul tidak bisa menambah dana jaminan maka bank terpaksa akan menjual Mercedes Benz S class tersebut jika hari ini harga terus turun menjadi Rp. 1.469.455.000,- karena di harga itu dana jaminan pak Panjul akan habis dan Bank tidak mau rugi jika harga terus turun dibawah harga itu. Ini namanya AUTO LIQUID pak Panjul, Bank menggunakan aturan AUTO LIQUID di 100% dari modal anda yang dipakai untuk membeli Mercedes Benz S class, maka kalo ini terjadi, maka uang anda yang Rp. 15.000.000 akan di kembalikan, terima kasih”

Dan benar terjadi. Panjul tidak mampu menambah dana jaminan, Pada hari itu harga turun hingga mencapai Rp 1.450.000,000,- dan Panjul mengalami kerugian Rp. 35.000.000, dari total modal nya Rp. 50.000.000,-. Panjul hanya bisa menyesali nasib karena ingin untung besar ternyata malah rugi. Tapi Panjul masih bersyukur modalnya masih sisa Rp. 15.000.000,- karena jika bank menggunakan aturan AUTO LIQUID 0% maka uang nya akan habis semua Rp. 50.000.000,- pada waktu harga turun mencapai 1.454.455.000,-

Demikianlah kisah Panjul, sekarang anda bisa mengganti kata dagang dengan trading, mobil dengan currency, Mercedes Benz S class dengan GBPUSD, keuntungan dengan profit, rugi dengan loss, modal dengan balance, dana jaminan dengan equity, bank dengan broker, Biaya Adminstrasi dengan Spread, bunga harian dengan Swap. Inilah sebetulnya mekanisme trading futures yang menggunakan Leverage. Mudah2an bermanfaat dan membuka mindset anda tentang mekanisme bisnis trading ini, dan bahwa risk managemet sama pentingnya dengan teknik analisa untuk memprediksi pergerakan market.

Leverage is simply borrowing money to invest. You're not investing your own money or you investing part of your money, but you borrow to invest more. As simple as that! The power of leverage can multiply profit or losses.

Bagi kamu yang masih saja Loss dalam trading Forex, ada kabar gembira buat anda, karena sudah waktunya anda selalu profit dengan indikator >>uangspot<<

0 comments:

Post a Comment

Beritahu Teman-teman

promosi online

LINK SAHABAT

blakblakangold || Iklan Gratis 4 || @lienet || Jual Akun Google Plus || E-Book Gratis || alipages || Mau Link Kamu Disini Juga?

Recent Post

Powered by Blogger.